welcome

Selamat datang di catatan si Penuntut Ilmu, hidup akan terasa indah jika kita mampu berbagi walaupun itu kecil..kritik dan saran silahkan di kolom komentar!!

Minggu, 27 November 2011

Perbandingan Asesmen Alternatif dengan Asesmen Tradisional



Asesmen tradisional (tes)
Asesmen alternatif
1.   Penilaian dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam memberikan jawaban yang benar.
2.         Tes yang diberikan tidak berhubungan dengan realitas kehidupan siswa.
3.   Tes terpisah dari pembelajaran yang dilakukan siswa.
4.         Dapat diskor dengan reliabilitas tinggi.
5.         Hasil tes diberikan dalam bentuk skor.
1.   Penilaian dilakukan untuk menilai kualitas produk dan unjuk kerja siswa.
2.   Tugas yang diberikan berhubungan dengan realitas kehidupan siswa.
3.  Ada integrasi antara pengetahuan dengan kinerja atau produk yang dihasilkan.
4.         Sulit diskor dengan reliabilitas tinggi.
5.   Hasil asesmen alternatif diberikan dengan bukti kinerja.

Keunggulan asesmen alternatif antara lain:
a.   Dapat menilai hasil belajar yang kompleks dan keterampilan-keterampilan yang tidak dapat dinilai dengan asesmen tradisional.
b.   Menyajikan hasil penilaian yang lebih hakiki, langsung, dan lengkap.
c.   Meningkatkan motivasi siswa. .
d.   Mendorong pembelajaran dalam situasi yang nyata.
e.   Memberi kesempatan kepada siswa untuk selfevaluation.
f.    Membantu guru untuk menilai efektifitas pembelajaran yang telah dilakukan.
g.   Meningkatkan daya transferabilitas hasil belajar.

Kelemahan Asesmen alternatif:
a.   Membutuhkan banyak waktu
b.   Adanya unsur subjektivitas dalam penskoran  
c.   Ketetapan penskoran rendah  
d.   Tidak tepat untuk kelas besar 

Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru dalam menyusun tugas adalah:

1.  mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa setelah mereka mengerjakan tugas.
2.   merancang tugas yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuannya dalam berpikir dan keterampilan yang kedalaman dan keluasan tugas tsb.  sesuai dengan tingkat perkembangan anak. 
3.  menetapkan kriteria keberhasilanKriteria tersebut diperlukan agar guru dapat memberikan penilaian yang objektif. 

Beberapa catatan penting yang harus diperhatikan guru pada saat merancang tugas dalam asesmen kinerja:
1.   Tugas-tugas yang disusun hendaknya merupakan bagian dari proses pembelajaran.
2.  Tugas yang baik adalah tugas yang berhubungan dengan kehidupan nyata yang dihadapi siswa sehari-hari.
3.  Tugas harus diberikan kepada semua siswa dengan adil. Dalam hal ini tidak berarti tugas yang diberikan harus sama. Yang harus dijaga oleh guru adalah jangan sampai ada unsur subjektivitas dalam memberikan tugas kepada anak.
4.  Jangan memberikan tugas yang terlalu mudah karena hal ini tidak akan memotivasi siswa dan tidak memberikan tantangan kepada siswa untuk melakukannya.

Langkah yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan rubrik:
1.         Menentukan konsep, keterampilan dan kinerja yang akan dinilai.
2.   Merumuskan atau mendefinisikan serta menentukan urutan konsep dan atau keterampilan yang akan dinilai ke dalam rumusan yang menggambarkan kinerja siswa.
3.         Menentukan tugas yang akan dinilai.
4.         Menentukan skala yang akan digunakan.
5.    Mendeskripsikan kinerja mulai dari yang diharapkan sampai dengan kinerja yang tidak diharapkan.
6.         Melakukan uji coba.
7.         Melakukan revisi berdasar hasil uji coba.

Langkah dalam pengembangan rubrik yaitu:
1.  Guru bersama teman sejawat menentukan dimensi kinerja yang akan dinilai.
2.         Cocokkan dimensi kinerja tersebut dengan kinerja siswa secara riil di lapangan untuk melihat kesesuaiannya.
3.         Revisilah dimensi-dimensi kinerja tersebut sehingga menjadi lebih tepat.
4.  Setelah itu definisikanlah setiap dimensi kinerja tersebut.  
5.         Menentukan skala dari dimensi kinerja yang akan dinilai. Setiap kategori skala harus didefinisikan secara jelas dan diberi contoh kinerja yang ditunjukkan pada setiap kategori.
6.         Sebelum rubrik ini digunakan, lakukan penilaian terhadap rubrik tersebut.
7.  Lakukan uji coba untuk mengetahui apakah rubrik tersebut dapat digunakan atau tidak.
8.  Jika rubrik sudah dianggap baik, lakukan sosialisasi dengan melibatkan pihak yang terkait. Langkah ini dimaksudkan agar semua pihak yang terkait sepakat dengan asesmen ini.
9.   Sebelum digunakan, suatu rubrik perlu dinilai terlebih dahulu untuk mengetahui apakah rubrik tersebut sudah tepat. 

Rubrik Holistik: deskripsi dimensi kinerjanya dibuat secara umum. Karena deskripsi kinerjanya dibuat umum maka biasanya holistic rubric dapat digunakan untuk menilai berbagai jenis kinerja.
Secara umum aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai kinerja siswa antara lain: (a) kualitas pengerjaan tugas, (b) kreativitas dalam mengerjakan tugas, dan (c) produk tugas. Setiap aspek yang akan dilihat kinerjanya kemudian ditentukan gradasi mutunya mulai dari yang paling sempurna sampai dengan yang paling jelek.
Dimensi kinerja yang dapat digunakan untuk menilai keterampilan siswa dalam mengerjakan sesuatu antara lain: (1) kemampuan menggunakan prosedur kerja, (2) kemampuan menunjukkan fungsi dari setiap langkah sesuai dengan prosedur, dan (3) kemampuan memodifikasi prosedur yang ada tanpa menyalahi fungsi. Setiap aspek yang akan dinilai kemudian ditentukan gradasi mutunya mulai dari yang paling sempurna sampai dengan yang paling jelek.

b.   Analytic rubric
Yang dimaksud dengan analytic rubric adalah rubric yang dimensi atau aspek-kinerjanya dibuat lebih rinci, demikian pula deskripsi setiap aspek kinerjanya. Analitic rubric tepat digunakan untuk menilai kinerja tertentu. Dimensi kinerja yang akan dinilai disesuaikan dengan kinerja yang akan diukur.

Asesmen Portofolio
Secara lebih rinci karakteristik portofolio adalah:
1.  Asesmen portofolio adalah asesmen yang menuntut adanya kerja sama antara murid dengan guru.
2.  Asesmen portofolio tidak hanya sekedar kumpulan hasil karya siswa tetapi yang terpenting adalah adanya proses seleksi yang dilakukan berdasar kriteria tertentu untuk dimasukkan ke dalam kumpulan hasil karya siswa.
3.         Hasil karya siswa dikumpulkan dari waktu ke waktu. Kumpulan karya tersebut digunakan oleh siswa untuk melakukan refleksi sehingga siswa mampu mengenal kelemahan dan kelebihan karya yang dihasilkan. Kelemahan tersebut akan digunakan sebagai bahan pembelajaran berikutnya.
4.  Kriteria penilaian yang digunakan harus jelas baik bagi guru ataupun bagi siswa dan diterapkan secara konsisten.

Tujuan penggunaan portofolio adalah untuk mencapai salah satu dari tiga tujuan berikut: (1) menunjukkan perkembangan hasil belajar siswa, (2) menunjukkan kemampuan siswa secara langsung, dan (3) menilai secara keseluruhan pencapaian belajar siswa. 

Ada beberapa komponen penting yang harus Anda perhatikan dalam menggunakan portofolio:
1.  Portofolio hendaknya memiliki kriteria penilaian yang jelas, spesifik, dan berorientasi pada research based criteria.
2.         Untuk menilai kemampuan dan keterampilan siswa dapat digunakan berbagai sumber informasi yang mengenal dengan baik kemampuan dan keterampilan siswa, misalnya orang tua, anggota keluarga, guru, dan orang lain yang mengetahui persis kemampuan dan keterampilan siswa.
3.         Untuk mendisain portofolio perlu diperhatikan berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang berkontribusi terhadap portofolio. Bukti-bukti tersebut dapat berupa bukti-bukti tercetak (printed materials) maupun bukti non-cetak (non-printed materials) seperti audio/video, hasil observasi, anecdotal record, self report dan sebagainya.
4.         Portofolio dapat terdiri dari berbagai bentuk informasi seperti karangan, hasil lukisan, skor tes, foto dan sebagainya.
5.         Kualitas portofolio harus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
6.  Setiap mata pelajaran mungkin mempunyai bentuk portofolio yang berbeda dengan mata pelajaran yang lain.
7.         Portofolio harus dapat diakses secara langsung oleh orang-orang yang berkepentingan terhadap portofolio tersebut seperti guru, sekolah, orang tua, dan siswa sendiri.

B.   Perencanaan Portofolio
1.   Menentukan kriteria dan atau standar yang akan digunakan sebagai dasar asesmen portofolio. Ini merupakan langkah awal yang harus Anda lakukan.
2.  Menerjemahkan kriteria atau standar tersebut ke dalam rumusan-rumusan hasil belajar yang dapat diamati. Kriteria atau standar tersebut harus tepat untuk umur, kelas, dan materi siswa yang akan dinilai.
3.   Menggunakan kriteria, memeriksa ruang lingkup dan urutan materi dalam kurikulum untuk menentukan perkiraan waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti-bukti portofolio dan melengkapi penilaian.
4.   Menentukan orang-orang yang berkepentingan secara langsung (stakeholders) dengan portofolio siswa. Stakeholders yang penting dalam portofolio siswa adalah guru, siswa itu sendiri, teman sekelas, orang lain yang mengetahui persis kemampuan siswa, dan orang tua siswa.
5.  Menentukan jenis-jenis bukti yang harus dikumpulkan.
6.  Menentukan cara yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan berdasar bukti yang dikumpulkan.
7.   Menentukan sistem yang akan digunakan untuk membahas hasil portofolio, pelaporan informasi dan keputusan asesmen portofolio.
8.  Mengatur bukti-bukti portofolio berdasar umur, kelas, atau isi agar kita dapat membandingkan.

C.        Pelaksanaan Portofolio
 1.  Mendorong dan memotivasi siswa
Berikan dorongan, semangat, dan motivasi kepada siswa untuk menghasilkan karya terbaik. Tugas portofolio merupakan tugas yang diberikan sesuai dengan kondisi riil kehidupan siswa sehingga guru perlu meyakinkan siswa bahwa tugas portofolio bukan merupakan tugas yang sama sekali baru. Tugas tersebut pasti dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu yakinlah bahwa mereka mampu mengerjakan dengan baik.

2.   Memonitor pelaksanaan tugas
Selama pelaksanaan tugas, guru harus memonitor perkembangan penyelesaian tugas. Berilah komentar terhadap hasil karya siswa. Mintalah juga siswa untuk memberi komentar terhadap hasil karyanya sendiri. Hasil monitoring yang dilakukan oleh guru akan dapat dijadikan sebagai bahan bagi pembelajaran berikutnya. Agar guru memperoleh gambaran yang utuh mengenai kemampuan siswa, guru perlu juga mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa. Guru dapat meminta masukkan dari orang tua siswa tentang aktivitas siswa di rumah. Orang tua dapat memberikan masukkan tersebut secara lisan atau tertulis. 

3.   Memberikan umpan balik
      Berikanlah umpan balik secara berkesinambungan. Umpan balik dapat berupa komentar terhadap karya siswa yang bersifat kritis dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan siswa. Umpan balik yang berkesinambungan merupakan upaya yang terus menerus untuk meningkatkan kemampuan siswa.


4.   Memamerkan hasil portofolio siswa
      Pamerkanlah hasil karya siswa dengan mengundang stakeholders yang berhubungan langsung dengan portofolio siswa seperti guru, murid itu sendiri, teman sekelas, orang lain di luar kelas yang mengetahui persis kemampuan siswa, serta orang tua siswa.

D.        Pengumpulan Bukti Portofolio

Semua hasil karya setiap siswa yang dihasilkan selama satu semester atau satu tahun dikumpulkan dalam satu folder. Satu pertanyaan yang muncul adalah apakah semua hasil karya siswa yang dikumpulkan dalam satu folder tersebut merupakan portofolio?  Dari pengertian tersebut tampak bahwa tidak semua kumpulan karya siswa yang disimpan dalam folder selama satu semester atau satu tahun termasuk portofolio. Kumpulan karya siswa dapat dikatakan sebagai portofolio jika kumpulan karya tersebut merupakan representasi dari kumpulan karya terpilih yang menunjukkan pencapaian dan perkembangan belajar siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Setiap bagian atau penggalan dari karya dalam portofolio dimaksudkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang khusus. Karya siswa harus dapat menunjukkan perkembangan atau bukti bahwa siswa telah mencapai tujuan tertentu. 

E.   Tahap Penilaian
1.   Penilaian dimulai dengan menetapkan kriteria penilaian yang disepakati bersama antara guru dengan siswa pada awal pembelajaran.
2.   Kriteria penilaian yang telah disepakati diterapkan secara konsisten. Bila ada perubahan atau ada persepsi yang berbeda dalam menerjemahkan kriteria tersebut maka masalah tersebut harus dibicarakan bersama-sama antara guru dengan murid pada waktu pertemuan berkala yang telah dirancang.
3.   Hasil penilaian selanjutkan digunakan sebagai penentuan tujuan pembelajaran berikutnya.
4.   Penilaian dalam asesmen portofolio pada dasarnya dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan.



1 komentar: