welcome

Selamat datang di catatan si Penuntut Ilmu, hidup akan terasa indah jika kita mampu berbagi walaupun itu kecil..kritik dan saran silahkan di kolom komentar!!

Rabu, 28 September 2011

Keterpaduan Keterampilan Berbahasa dengan Fokus Menulis


            Dalam proses komunikasi sesungguhnya jarang sekali jenis keterampilan berbahasa di gunakan secara terpisah  dari keterampilan jenis lainnya. Ketika berbicara , kita pun mulai menyiapkan diri untuk mendengarkan tanggapan dari lawan bicara. Ketika menulis ,tentu saja secara simultan kita melakukan revisi jadi,dalam berkomunikasi,kita hampir selalu menggunakan berbagai jenis ketrampilan berbahasa secara tumpang tindih atau secara terintegrasi (celce –murcia dan olshtain,2000:180).
            Dalam praktek komunikasi yang sesungguhnya keterampilan menulis dapat di katakan hampir selalu di gunakan secara terpadu dengan jenis keterampilan berbahasa lainya. Keteranpilan menulis dapat di gunakan secara terpadu dengan keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca.
            Dalam modul 8 ini kita akan mengkaji jenis-jenis keterampilan berbahasa tersebut secara terpadu dengan fokus pada keterampilan menulis. Dengan demikian, setelah mempelajari modul ini, anda diharapkan dapat menerapkan dan merancang pembelajaran, yaitu :
  1. keterampilan menyimak terpadu dengan fokus menulis;
  2. keterampilan bebicara terpadu dengan fokus menulis;
  3. keterampilan membaca terpadu dengan fokus menulis;        
A.   MENDENGARKAN NYANYIAN DAN AKTIVITAS MENULIS
            Nyanyian yang merdu dapat menggugah perhatian siapa pun untuk mendengarkanya. Di antara lagu – lagu yang kita dengar, ada yang menggugah perasaan kita. Perasaan yang timbul itu  berbeda-beda ketika kita mendengarkan lagu yang berbeda. Perasaan yang muncul mungkin berupa rasa gembira, terharu, rindu atau justru menimbulkan rasa sedih, jengkel bahkan marah. Sebagai contoh kalau kita dengarkan lagu Tak Ada Yang Abadi dari Peterpan.
            Perasaan apa yang akan muncul dalam diri anda? apakah merasa sedih? Apakah justru merasa senang?
            Lagu Tak ada yang abadi bukan hanya enak di dengar, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur kemanusiaan, keindahan, kasih sayang, dan nilai-nilai keimanan. Apabila nyanyian itu kita dengar setelah melihat di televisi atau mendengar di radio berita tentang musibah atau bencana yang menimpa saudara-saudara kita, seperti kejadian tsunami Aceh, gempa  Jogjakarta, dan yang paling terkini yaitu gempa di Padang, kita merasa manusia tidak berdaya melawan kehendak Allah SWT, kita di sadarkan bahwa semuanya tak ada yang abadi, dan dorongan untuk tetap tegar menjalani kehidupan.
            Selain itu, lagu tersebut mungkin pula mencuatkan ide untuk membuat puisi, cerita pendek, ataupun artikel kerohanian. Ide menulis apa pun yang muncul merupakan  evident (bukti) bahwa ada kaitan antara mendengarkan dengan menulis.
            Sebagai penuntun anda dalam menulis kembali nyanyian menjadi sebuah esai, anda dapat menggunakn beberapa penuntun beberapa pertanyaan berikut.
(1)   Peristiwa apa yang terjadi?
(2)   Siapa yang mengalaminya?
(3)  Makna apa yang ingin di sampaikan oleh pencipta lagu(penyanyi) apabila peristiwa itu di kaitkan dengan peristiwa yang relevan?
(4)  Bagaimana sikap pencipta lagu (penyanyi) ?
(5)  Bagaimana sikap anda sendiri?
(6)  Bagaimana sikap masyarakat di sekitar anda?

            Setelah anda menceritakan kembali dan mengomentari isi lagu Tak ada yang abadi. ide-ide akan bermunculan,mungkin ide itu antara lain mengenai pentingnya pendidikan keimanan/keagamaan bagi keluargadan masyarakat luas, pentingnya rasa empati dan simpati terhadap pihak-pihak yang terkena musibah.

B. MENDENGARKAN CERITA DAN AKTIVITAS MENULIS

         Pernahkah anda mendengarkan dongeng Malin Kundang ‘si Anak Durhaka’ pada waktu masih kanak-kanak? Mungkin sebagian sudah pernah mendengarnya. Dongeng tersebut pada mulanya dituturkan oleh orang tua kepada anaknya menjelang tidur. Saat ini, dongeng yang di dengarkan oleh anak-anak “zaman dahulu” berulang-ulang menjelang tidur kini di tulis dan di sajikan dalam buku-buku kumpulan dongeng. Tidak hanya itu, dongeng itu telah di di tulis dalam wujud script  film oleh Zettira ZR dan telah di tayangkan oleh sebuah stasiun telivisi (Kompas 16 Januari 2005). Hal ini merupakan bukti bahwa aktivitas menulis ada kaitannya dengan aktivitas mendengar.
           
C.  MENDENGARKAN DIALOG MENGENAI SUATU TOPIK DAN AKTIVITAS  MENULIS

      Di suatu malam, ketika anda duduk di depan televisi. Ada sebuah dialog yang menarik perhatian anda. Topik itu adalah  Perlu Tidaknya Pelajaran Agama Disajikan di Sekolah.
      Tentu saja terjadi pro dan kontra dalam dialog itu karena stasiun televisi itu sengaja memilih pembicaranya dari kalangan yang berbeda, yang pro dan yang kontra dengan perlu tidaknya pelajaran agama di sekolah. Setelah anda mendengarkan dialog/ debat tersebut selama satu jam anda akan memposisikan diri pada pihak yang pro maupun yang kontra terhadap penyajian pendidikan agama di sekolah. Pikiran-pikiran itu akan semakin jelas setelah anda tuangkan secara tertulis pada lembaran kertas.
      Pikiran-pikiran anda yang telah dituangkan secara tertulis dalam lembaran kertas itu dapat di urutkan secara logis, diperbaiki kalimatnya, dipilih kata-kata yang lebih tepat, dilengkapi dengan beberapa hasil penelitian, teori atau sekedar pengelaman-pengalaman individu dan masyarakat. Tulisan itu dapat pula di rangkai menurut format yang di tawarkan oleh jurnak-jurnal ilmiah, antara lain di mulai dengan pendahuluan (latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode), kemudian diikuti dengan pemaparan isi dan pembahasan selanjutnya di akhiri dengan suatu kesimpulan dan saran atau sekedar penutup, serta dilengkapi dengan daftar pustaka.

C. MENULIS CATATAN DARI SUATU KULIAH ATAU DISKUSI
     
      Ketika mengikuti suatu tutorial atau kuliah, anda perlu membuat catatan-catatan. Anda pasti tidak dapat menulis secepat dosen berbicara.maka dari itu diperlukan adanya strategi dalam menulis catatan kuliah. Pertama, kita harus berkosentrasi mendengarkan materi kuliah atau tutorial agar kita dapat menangkap seluruh materi yang di sampaikan. Kedua, kita hanya perlu mencatat materi-materi penting dalam kata-kata kunci atau frase-frase. Ketiga, catatan hanya kata-kata kunci atau frase-frase tersebut dikembangkan menjadi catatan kuliah yang lengkap.
      Catatan materi kuliah atau tutorial yang di wujudkan dalam kata-kata kunci atau frase-frase hendaknya segera dikembangkan menjadi sebuah catatan kuliah yang lengkap segerea setelah selesai kuliah.langkah-langkah yang dapat di tempuh adalah sebagai berikut :
1.    melengkapi catatan kuliah melalui rekontruksi terhadap materi kuliah yang masih tersimpan dalam ingatan kita.
2.    mempertajam pemahaman mengenai meteri perkuliahan melalui diskusi kelompok. Catatan yang telah di buat menjadi bahan diskusi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar