Tentu Anda sering mendengar dan mungkin Anda juga sering menggunakan
istilah paradigma dalam pembicaraan. Paradigma dalam kaitannya dengan
PKn berarti suatu model atau kerangka berpikir yang digunakan dalam
proses pendidikan kewarganegaraan di Indonesia.
Pertanyaannya mengapa diperlukan paradigma baru PKn?
Warga negara yang demokratis
Demokrasi tumbuh sejak jaman Yunani Kuno, yakni ketika munculnya istilah
Negara Kota atau Athena pada abad ke-6 sampai abad ke-3 Sebelum
Masehi.Secara etimologis, demokrasi berasal dari kata Yunani demos
berarti rakyat dan kratos atau kratein berarti kekuasaan atau
berkuasa.Demokrasi dapat diterjemahkan "rakyat berkuasa". Dengan kata
lain, demokrasi berarti pemerintah yang dijalankan oleh rakyat baik
secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah
adanya proses pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan
adil.
Senin, 22 Oktober 2012
Paradigma Baru PKn SD
Individu sebagai Insan Tuhan YME, Makhluk Sosial dan Warga Negara Indonesi
Warga Negara Indonesia (WNI) ini dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Individu sebagai Insan Tuhan YME,
2. Individu sebagai Makhluk sosial,
3. Individu sebagai WNI, dan
Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa
Individu berasal dari kata in-dividere artinya tidak dapat dibagi-bagikan (Gerungan,1981). Namun individu yang dimaksud adalah manusia. Aristoteles berpendapat bahwa manusia merupakan perjumlahan daripada beberapa kemampuan tertentu yang masing-masing bekerja tersendiri.
Dalam pembahasan Individu sebagai Insan Tuhan YME, difokuskan kepada bagaimana seorang individu warga negara RI yang memiliki keyakinan sesuai dengan agama yang dianutnya. Pada dasarnya setiap ajaran agama menuntut umatnya untuk melakukan pengabdian dalam bentuk ibadah ritual vertikal dan berperilaku baik yang diaplikasikan dalam kehidupan secara horizontal.
Dari pembahasan Individu sebagai Insan Tuhan YME dalam kaitannya sebagai warga negara dituntut untuk membangun kerukunan hidup antar umat beragama yang ditopang oleh ibadah ritual sesuai keyakinan, sikap toleran dan saling menghormati.
Dalam agama Hindu dikenal dengan ajaran yang tersirat dalam Sloka Moksartham jagad hitaca iti dharma artinya tujuan agama ialah tercapainya kesejahteraan dunia dan kebahagiaan spiritual. Dalam agama Hindu terdapat 4 tujuan hidup yaitu : dharma, artha, kama, dan moksa.
Sedangkan dalam agama Budha dikenal dengan ajaran Catur Paramita yaitu : Metta, Karuna, Mudita, dan Upekha.
1. Individu sebagai Insan Tuhan YME,
2. Individu sebagai Makhluk sosial,
3. Individu sebagai WNI, dan
Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa
Individu berasal dari kata in-dividere artinya tidak dapat dibagi-bagikan (Gerungan,1981). Namun individu yang dimaksud adalah manusia. Aristoteles berpendapat bahwa manusia merupakan perjumlahan daripada beberapa kemampuan tertentu yang masing-masing bekerja tersendiri.
Dalam pembahasan Individu sebagai Insan Tuhan YME, difokuskan kepada bagaimana seorang individu warga negara RI yang memiliki keyakinan sesuai dengan agama yang dianutnya. Pada dasarnya setiap ajaran agama menuntut umatnya untuk melakukan pengabdian dalam bentuk ibadah ritual vertikal dan berperilaku baik yang diaplikasikan dalam kehidupan secara horizontal.
Dari pembahasan Individu sebagai Insan Tuhan YME dalam kaitannya sebagai warga negara dituntut untuk membangun kerukunan hidup antar umat beragama yang ditopang oleh ibadah ritual sesuai keyakinan, sikap toleran dan saling menghormati.
Dalam agama Hindu dikenal dengan ajaran yang tersirat dalam Sloka Moksartham jagad hitaca iti dharma artinya tujuan agama ialah tercapainya kesejahteraan dunia dan kebahagiaan spiritual. Dalam agama Hindu terdapat 4 tujuan hidup yaitu : dharma, artha, kama, dan moksa.
Sedangkan dalam agama Budha dikenal dengan ajaran Catur Paramita yaitu : Metta, Karuna, Mudita, dan Upekha.
Gengsi, Masih Perlukah …???
Kenapa kita membeli Hp yang jauh lebih mahal dari keperluan kita ?
Kenapa harus beli mobil yg mahal sekali yg jauh daripada kebutuhan kita ?
Kenapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan orang lain ?
Kenapa banyak orang berkelahi bahkan sampai membunuh hanya karena tersinggung oleh masalah kecil ?
Kenapa Orang banyak berhutang untuk Gaya Hidup yang Maksimal, dengan Pendapatan minimal?
Jawabnya Demi gengsi…satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik.. kita gengsi kalo tak punya baju bagus..mobil mewah..rumah bagus, HP terbaru, Atau Gadget Mutakhir.. bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, ini bagus. Sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yg tidak ada habis2nya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu dihormati, ingin dilayani. Kita mati2an melindungi diri kita agar tidak
Kenapa harus beli mobil yg mahal sekali yg jauh daripada kebutuhan kita ?
Kenapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan orang lain ?
Kenapa banyak orang berkelahi bahkan sampai membunuh hanya karena tersinggung oleh masalah kecil ?
Kenapa Orang banyak berhutang untuk Gaya Hidup yang Maksimal, dengan Pendapatan minimal?
Jawabnya Demi gengsi…satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik.. kita gengsi kalo tak punya baju bagus..mobil mewah..rumah bagus, HP terbaru, Atau Gadget Mutakhir.. bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, ini bagus. Sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yg tidak ada habis2nya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu dihormati, ingin dilayani. Kita mati2an melindungi diri kita agar tidak
Rabu, 25 Juli 2012
Malam- malam Panjang
Karya: Triestiangga
(Cikarang. Mei,11-2012)
Seperti kemarin, nampaknya gelap
Bulan
pun enggan tersenyum apalagi bintang
masih acuh
Malam-malam
otakku berkelana bersamaan dengan hati, semua masih seperti kemarin
Sesekali
nampaknya seperti matahari, aku dekati tapi hanya bocah ingusan yang sedang
bermain lilin
Malam-malam panjang
masih seperti kemarin
Kupetik
bunga mawar, kuhirup, kunikmati wanginya, tapi malam masih seperti kemarin
Kadang aku
menari, hanya keringat saja yang aku hasilkan dan malam masih seperti kemarin
Aku
bernyanyi, hanya tenggorokanku yang kering dan malam masih seperti kemarin
Senin, 23 Juli 2012
SKILL NUMBER TWO TEACHER
Dewasa ini makin banyak keluh kesal dari
seorang guru yang mengerucut pada permasalahan ekonomi. Tidak sedikit pula yang
meninggalkan profesi seorang guru guna memenuhi sandang-pangan keluarganya atau
dirinya sendiri. Memang masih banyak alasan-alasan lain,namun persentasenya
tidak sebesar permasalahan ekonomi.
Pilihan menjadi guru adalah mulia, akan tetapi
hendaknya didasari dengan pemikiran yang matang. Karena “ Pengabdian “ adalah
kata yang tidak dapat dihilangkan dari profesi seorang guru. Pengabdian seorang guru tidak sebatas dilingkungan sekolah saja,
dilingkungan masyarakat pun guru dituntut aktif. Tentunya semua itu harus
dijalani dengan penuh keikhlasan tanpa mengharap suatu imbalan terutama yang
bersifat material. Disinilah kesiapan mental
jasmani dan rohani harus disiapkan semaksimal mungkin sebelum terjun
kedunia keguruan.
Lika-liku seorang guru dari bhakti sampai PNS
tergolong cukup berat
Langganan:
Postingan (Atom)

